JAKARTA, SALISMA.COM (SC) – Stroke disebabkan penyumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini berakibat pada berkurangnya asupan oksigen dan nutrisi ke otak sehingga sel-sel otak mati dan tidak bisa berfungsi optimal.
Dilansir dari Tempo.co, Stroke termasuk penyakit yang rentan terjadi pada lansia. Namun, karena faktor tertentu, anak muda juga bisa mengalami stroke. Ini faktor yang menyebabkan stroke di usia muda.
Anemia sel sabit
Anemia sel sabit adalah jenis anemia akibat kelainan genetik yang ditandai dengan bentuk sel-sel darah abnormal seperti bulan sabit sehingga menyebabkan pembuluh kekurangan pasokan darah sehat dan oksigen untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Jika kondisi ini terjadi di otak, maka orang berisiko lebih besar mengalami stroke di usia muda.
Kelainan pembuluh darah bawaan
Misalnya aneurisma otak dan malformasi arteri. Aneurisma otak adalah pembesaran pembuluh darah pada otak akibat dinding pembuluh darah yang lemah. Sedangkan malformasi arteri adalah pertumbuhan pembuluh darah arteri dan vena yang abnormal. Kelainan tersebut menyebabkan terbentuknya gumpalan (stroke iskemik) atau meningkatkan risiko pembuluh darah pecah (stroke hemoragik).
Hipertensi
Hipertensi yang tidak diobati bisa mengganggu pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung atau stroke.
Infeksi dan trauma berat
Misalnya trauma kepala dan gegar otak. Kondisi ini bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sel-sel darah sehingga meningkatkan pembentukan gumpalan darah yang berujung pada stroke.
Kolesterol tinggi
Tingginya kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dalam darah bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah otak. Saat plak menutup pembuluh darah akan terjadi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang disebut aterosklerosis. Jika kondisi ini dibiarkan, pasokan oksigen dan nutrisi ke otak akan terganggu sehingga meningkatkan risiko stroke.
Pengobatan tertentu
Misalnya terapi hormon, penggunaan steroid dan pil KB bisa mengubah hormon tubuh, fisiologi pembuluh darah, dan fungsi pembekuan darah sehingga meningkatkan risiko stroke.
Bagaimana mencegah stroke di usia muda? Salah satu pemicu stroke adalah berat badan berlebih, baik dalam kategori kelebihan berat badan atau obesitas. Alasannya karena kelebihan berat badan bisa memicu kolesterol tinggi, diabetes, dan hipertensi, yang meningkatkan risiko stroke di usia muda. Berikut cara agar terhindar dari risiko stroke di usia muda.
-Olahraga teratur setidaknya 20-30 menit per hari, seperti jalan kaki, lari, bersepeda, berenang, yoga, dan lainnya.
-Diet sehat, yaitu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayuran dan buah-buahan.
-Menghindari rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.
-Rutin memantau tekanan darah dan memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter. (mil)