oleh

Sebab Pasien Penyakit Ginjal Harus Ekstrawaspada di Masa Pandemi

JAKARTA, SALISMA.COM (SC) – Spesialis penyakit dalam yang juga edukator dan praktisi kesehatan, Adaninggar, mengatakan Covid-19 bisa menyebabkan suatu kondisi gagal ginjal akut akibat efek langsung virus, peradangan, pembekuan darah, syok, dan oksigen rendah. Covid-19 bisa memperburuk kondisi gangguan ginjal kronis yang sudah ada. Pasalnya, penyakit ginjal dan Covid-19 bisa saling memberatkan.

Semua orang yang memiliki penyakit ginjal kronis disarankan untuk selalu secara ekstra menjaga diri menurunkan risiko tertular dan sakit berat.

Gangguan ginjal kronis yang sudah menjalani cuci darah, transplantasi ginjal dengan mengonsumsi obat-obatan penekan sistem imun, lebih rentan terinfeksi dan bergejala berat.

Hal ini biasanya disebabkan oleh penyakit-penyakit komorbid lain, seperti hipertensi, diabetes, autoimun, dan sebagainya, yang juga meningkatkan risiko terjadinya gejala berat.

“Risiko terinfeksi Covid dan risiko Covid berat lebih tinggi, terutama pada gangguan ginjal kronis yang sudah menjalani dialisis/transplantasi ginjal, gangguan ginjal kronis yang disertai penyakit komorbid lain, dan lansia,” tulisnya yang dikutip dari Tempo.co.

Adaninggar juga mengingatkan semua orang yang memiliki penyakit ginjal kronis untuk selalu secara ekstra menjaga diri menurunkan risiko tertular dan sakit berat, yaitu dengan protokol kesehatan secara konsisten, dan menjaga imun, termasuk vaksinasi.

Protokol kesehatan 5M yang dimaksud adalah #pakaimasker, #jagajarak, #cucitangan, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Dalam hal menjaga kesehatan imun, ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan nutrisi seimbang, mengontrol secara teratur penyakit ginjal guna tindakan lanjutan, dan pengobatan yang diperlukan, berjemur, serta menjalani vaksinasi. (mil)