JAKARTA, SALISMA.COM (SC) – Produsen kendaraan komersil Isuzu dan Volvo sepakat beraliansi. Keduanya akan membangun kemitraan global untuk menciptakan bisnis truk yang lebih kuat untuk Isuzu dan UD Trucks di Jepang, serta pasar internasional. Bagaimana dampaknya ke Indonesia?
Dikutip dari Detik.com, Vice President Director Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Eisaku Akazawa belum bisa berkomentar banyak, sebab saat ini komunikasi antara pihak Isuzu dan UD Trucks masih terus berlangsung.
“Tentunya akuisi ini dilakukan karena baik Isuzu maupun UD Trucks banyak sekali hal yang bisa disinergikan. Hari ini di Jepang, masih berlangsung antara headquarters Isuzu dan UD truck,” ujar Eisaku Akazawa saat konferensi pers, Rabu (11/2/2021).
“Prioritas pertama ialah menyelesaikan proses tranformasi ini di Jepang, baru nanti keluar dari Jepang,” tambahnya.
Dalam ketarangan resmi UD Trucks yang dirilis pada Oktober 2020 lalu. Ada 3 poin aliansi strategis Volvo Group dan Isuzu Motors. Perjanjian tersebut termasuk akuisisi Isuzu Motor atas UD Trucks dari Volvo Group senilai JPY 243 miliar (sekitar SEK 20 miliar).
Membentuk kemitraan bidang teknologi, memanfaatkan keahlian semua pihak pada teknologi terkini untuk menciptakan volume lebih besar serta mendukung investasi teknologi yang diperlukan pada masa depan.
Pengembangan bersama oleh Isuzu Motors dan UD Trucks pada platform umum untuk model medium heavy truk untuk pasar Jepang dan Asia lainnya, antara lain memanfaatkan teknologi Grup Volvo.
Kerja sama yang dimaksudkan terkait teknologi baru seperti penggerak otonom, konektivitas, dan kendaraan listrik truk kelas medium-heavy.
Menciptakan kondisi jangka panjang terbaik untuk bisnis truk kelas berat yang lebih kuat antara UD Trucks dan Isuzu Motors di Jepang dan di seluruh pasar internasional.
Sebagai langkah awal, Isuzu Motors dan UD Trucks sedang membahas varian truk tertentu dari UD Trucks ke Isuzu Motors mulai tahun 2022 dan seterusnya. Membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan lebih dalam pada bisnis kendaraan komersial di seluruh wilayah geografis, seperti truk ringan dan menengah.
Kedua perusahaan telah menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Aliansi selama minimal 20 tahun untuk menghadapi tantangan industri logistik di masa depan.
Grup Volvo dan Isuzu Motors akan mendirikan Kantor Aliansi Bersama, dengan fasilitas di Jepang dan Swedia, yang akan diawasi oleh Dewan Aliansi yang terdiri dari Presiden Isuzu Motors, CEO Volvo Group, dan eksekutif utama lainnya dari kedua grup tersebut. (mil)